Minggu, 28 Oktober 2012

PENDIDIKAN

Gelar Seminar Akbar GO Targetkan Siswa Lulus UN100%
Palembang, Dirgantara
Setalah sukses dengan seminar "Menuju Sukses", kini Ganesha Operation (GO) kembali melaksanakan seminar "Fiesta Revolusi Belajar Meraih Sukses Ujian Nasional dan SNMPTN" yang di tujukan kepada seluruh siswa - siswi SMK Negeri dan Swasta Se-Kota Palembang.

Ir Elbisker MM MBA Pimpinan Cabang GO Palembang mengungkapkan, "bahwa Seminar ini guna mengulang dan meningkatkan keberhasilan sebelumnya. Di mana GO telah berhasil menghantarkan 20.000 siswa-siswi nya lulus Ujian Nasional".
"Selain itu seminar ini bertujuan untuk membangkitkan semangat siswa dalam menghadapi UN 2013 yang di prediksikan bahwa nilai 6,50 menjadi standar nilai kelulusan. Jika dilihat dari tahun sebelumnya nilai kelulusan UN hanya 5,50. Sehingga berdasarkan data, maka sebanyak 267 SMA/SMK/MA Negeri dan Swasta se-Indonesia memiliki tingkat kelulusan 0 Persen jika prediksikan dengan standar kelulusan tersebut. Hal ini menjadi prioritas GO untuk meraih kelulusan 100 Persen di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
"Pada dasarnya, kegagalan siswa dalam pelaksanaan ujian dikarena salah memanajemen waktu dan salah dalam mengatur strategi. Disini GO mempunyai teknik untuk mengubah gaya belajar siswa, dengan memanfaatkan mengubah pola pembelajaran siswa yang turut memanfaatkan kinerja otak kanan. Pendapat bahwa SMK lebih diunggulkan menghadapi ujian praktek harus ditepis karena Ujian Nasional yang akan mereka hadapi kelak adalah soal teori bukanlah praktek," ujarnya usai seminar di Aula Universitas Tridinanti Palembang, Minggu (28/10).
Elbisker menambahkan, seminar yang bertajuk strategi sukses UN SMK ini dihadiri oleh 3000 orang pelajar SMK Se-Kota Palembang yang akan terbagi dalam dua sesi. Seminar ini sangat berguna mengingat untuk mempersiapkan para siswa agar lebih berorientasi pada Ujian Nasioanal, PTN (Perguruan Tinggi Negeri-red) dan dunia kerja..
Lanjutnya, seperti yang kita di ketahui bahwa lulusan SMK lebih cenderung lanjut kedunia kerja namun di dunia kerja mereka kelak akan menemui pesaing yang berat dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
"Seperti jurusan tekhnik elektro, akuntansi dan lain-lainnya. Jurusan serta pelajaran tersebut tidak hanya ada di SMK melainkan di Perguruan tinggi pun ada. Sehingga tingkat persaingan disana akan semakin sulit, inilah alasan kenapa diperlukan seminar ini guna membimbing para pelajar agar mengetahui apa saja yang harus mereka lakukan," tukas elbisker
Lebih Elbisker mengatakan, selain Peserta SMK, GO turut mengundang Para orang tua Siswa kelas VI Sekolah Dasar se-kota Palembang yang bertajuk "Parents meeting" guna memahami tantangan dan harapan mereka (orang tua-red) untuk dapat memasukkan anak-anaknya di SMP favorit yang ada di Palembang.

Palembang Dirgantara.com -  
Puluhan karyawan Asia Outsourcing Service (AOS) di kota Palembang, Jambi, Lampung dan Bengkulu yang dipekerjakan di PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, tidak menerima gaji per-tanggal (25/10). 
Akibatnya, banyak karyawan tidak dapat berbelanja untuk menyambut Hari raya Idul Adha yang jatuh pada Jum'at (26/10). Sedangkan karyawan dari Outsourcing lain yang juga bekerja pada Bank BNI 46 Kamis (25/10) pukul 17:00 WIB telah menerima gaji, terang saja ini membuat sebagian karyawan AOS merasa didiskriminasikan.

Menurut Ino (20), salah satu karyawan AOS saat dikonfirmasi BNI KLN (Kantor Layanan Nasabah)  Lemabang "padahal sebagai karyawan ia sudah bekerja secara full time dan sudah menjalani masa kerja selama 1bulan lebih, namun kenyataannya janji pembayaran gajinya meleset. Selain itu tidak ada konfirmasi terlebih dahulu mengenai keterlambatan pembayaran upah dari AOS." ujar Ino dengan wajah kecewa.
"Jika sampai hari senin (29/10) sore gaji belum diterima, Ino dan koleganya akan melaporkan peristiwa tersebut ke Depnaker (Departemen Tenaga Kerja) agar dikemudian hari tidak terjadi lagi kelalaian yang merugikan banyak karyawan", imbuhnya.
Senada diungkapkan Rama (22) kolega Ino, mengungkapkan "saat mengetahui gajinya belum ditransfer ke-rekening ia lantas klaim ke pimpinan wilayah BNI dan alhasil ia dan rekan-rekan kerjanya dari wilayah jambi mendapatkan bantuan sebesar 1,5 juta untuk keperluan Idul Adha", ungkapnya.

Hal ini tidak hanya terjadi pada karyawan baru saja, karyawan senior pun mengalami hal serupa. Namun sebagian karyawan tidak mempersoalkan masalah keterlambatan gaji tersebut.

Sedangkan Manajemen AOS cabang Palembang, saat dikonfirmasi tidak dapat menjelaskan alasan keterlambatan pembayaran gaji tersebut, dan hanya dapat memberikan komentar mudah-mudahan hari senin sudah masuk gajinya kerekening masing-masing karyawan. (asd)