Minggu, 28 Oktober 2012


Palembang Dirgantara.com -  
Puluhan karyawan Asia Outsourcing Service (AOS) di kota Palembang, Jambi, Lampung dan Bengkulu yang dipekerjakan di PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, tidak menerima gaji per-tanggal (25/10). 
Akibatnya, banyak karyawan tidak dapat berbelanja untuk menyambut Hari raya Idul Adha yang jatuh pada Jum'at (26/10). Sedangkan karyawan dari Outsourcing lain yang juga bekerja pada Bank BNI 46 Kamis (25/10) pukul 17:00 WIB telah menerima gaji, terang saja ini membuat sebagian karyawan AOS merasa didiskriminasikan.

Menurut Ino (20), salah satu karyawan AOS saat dikonfirmasi BNI KLN (Kantor Layanan Nasabah)  Lemabang "padahal sebagai karyawan ia sudah bekerja secara full time dan sudah menjalani masa kerja selama 1bulan lebih, namun kenyataannya janji pembayaran gajinya meleset. Selain itu tidak ada konfirmasi terlebih dahulu mengenai keterlambatan pembayaran upah dari AOS." ujar Ino dengan wajah kecewa.
"Jika sampai hari senin (29/10) sore gaji belum diterima, Ino dan koleganya akan melaporkan peristiwa tersebut ke Depnaker (Departemen Tenaga Kerja) agar dikemudian hari tidak terjadi lagi kelalaian yang merugikan banyak karyawan", imbuhnya.
Senada diungkapkan Rama (22) kolega Ino, mengungkapkan "saat mengetahui gajinya belum ditransfer ke-rekening ia lantas klaim ke pimpinan wilayah BNI dan alhasil ia dan rekan-rekan kerjanya dari wilayah jambi mendapatkan bantuan sebesar 1,5 juta untuk keperluan Idul Adha", ungkapnya.

Hal ini tidak hanya terjadi pada karyawan baru saja, karyawan senior pun mengalami hal serupa. Namun sebagian karyawan tidak mempersoalkan masalah keterlambatan gaji tersebut.

Sedangkan Manajemen AOS cabang Palembang, saat dikonfirmasi tidak dapat menjelaskan alasan keterlambatan pembayaran gaji tersebut, dan hanya dapat memberikan komentar mudah-mudahan hari senin sudah masuk gajinya kerekening masing-masing karyawan. (asd)

0 komentar:

Posting Komentar